Nama julukan
: B-P
Dinas/cabang
: Tentara Britania
Lama berdinas :
1876–1910
Komando :
Chief of Staff, Second Matabele War (1896–1897),
ke-5 Dragoon Guards in India (1897),
Inspector General of Cavalry, England (1903)
ke-5 Dragoon Guards in India (1897),
Inspector General of Cavalry, England (1903)
Pertempuran/Perang :
Perang Anglo-Ashanti,
Perang Matabele Kedua,
Siege of Mafeking,
Perang Boer Kedua
Perang Matabele Kedua,
Siege of Mafeking,
Perang Boer Kedua
Penghargaan :
Ashanti Star (1895),
Matabele Campaign, British South Africa Company Medal (1896)
Queen's South Africa Medal (1899)
King's South Africa Medal ( 1902)
Boy Scouts Silver Wolf
Boy Scouts Silver Buffalo Award (1926)
World Scout Committee Bronze Wolf (1935)
Order of Merit (1937)
Wateler Peace Prize (1937)
Order of St Michael and St George
Royal Victorian Order
Order of the Bath.
Matabele Campaign, British South Africa Company Medal (1896)
Queen's South Africa Medal (1899)
King's South Africa Medal ( 1902)
Boy Scouts Silver Wolf
Boy Scouts Silver Buffalo Award (1926)
World Scout Committee Bronze Wolf (1935)
Order of Merit (1937)
Wateler Peace Prize (1937)
Order of St Michael and St George
Royal Victorian Order
Order of the Bath.
Baden-Powell dilahirkan di Paddington, London pada 1857. Dia adalah anak
ke-6 dari 8 anak profesor Savilian yang mengajar geometri di Oxford. Ayahnya,
pendeta Harry Baden-Powell, meninggal ketika dia berusia 3 tahun, dan ia
dibesarkan oleh ibunya, Henrietta Grace Smith, seorang wanita yang berketetapan
bahwa anak-anaknya harus berhasil. Baden-Powell berkata tentang ibunya pada
1933, "Rahasia keberhasilan saya adalah ibu saya."
Selepas menghadiri Rose Hill School, Tunbridge Wells, Baden-Powell
dianugerahi beasiswa untuk sekolah umum Charterhouse. Perkenalannya kepada
kemahiran Pramuka adalah memburu dan memasak hewan dan menghindari bahaya di
hutan yang berdekatan, yang juga merupakan kawasan terlarang.
Dia juga bermain piano
dan biola, mampu melukis dengan baik dengan menggunakan kedua belah tangan
dengan tangkas, dan gemar bermain drama. Masa liburan dihabiskan dengan
ekspedisi belayar atau berkanu dengan saudara-saudaranya.
Pada tahun 1876,
Baden-Powell bergabung dengan 13th Hussars di India. Pada tahun 1895 dia
bertugas dengan dinas khusus di Afrika dan pulang ke India pada tahun 1897 untuk
memimpin 5th Dragoon Guards.
Baden-Powell sering
berlatih dan mengasah kemahiran kepanduannya dengan suku Zulu pada awal 1880-an
di jajahan Natal, Afrika Selatan di mana resimennya ditempatkan dan ia diberi
penghargaan karena keberaniannya. Ada 3 penghargaan yang diberi angkatan perang
Zulu yaitu:
§ Impeessa : Serigala yang
tak pernah tidur, karena dia sering berjaga-jaga saat
malam.
§ Kantankye : orang pemakai topi
lebar, karena dia selalu memakai topi lebar.
§ M'hlalapanzi : orang bertiarap yang siap menembak.
Kemahirannya
mengagumkan dan dia kemudian dipindahkan ke dinas rahasia Inggris. Dia sering
bertugas dengan menyamar sebagai pengumpul kupu-kupu, memasukkan rancangan
instalasi militer ke dalam lukisan-lukisan sayap kupu-kupunya.
Baden-Powell kemudian
ditempatkan di dinas rahasia selama 3 tahun di daerah Mediterania yang berbasis
di Malta. Dia kemudian memimpin gerakan ketentaraannya yang berhasil di
Ashanti, Afrika, dan pada usia 40 dipromosikan untuk memimpin 5th Dragoon
Guards pada tahun 1897. Beberapa tahun kemudian, dia menulis buku panduan
ringkas bertajuk "Aids to Scouting", ringkasan ceramah yang dia berikan
mengenai peninjau ketentaraan, untuk membantu melatih perekrutan tentara baru.
Menggunakan buku ini dan kaidah lain, ia melatih mereka untuk berpikir sendiri,
menggunakan daya usaha sendiri, dan untuk bertahan hidup dalam hutan.
Baden-Powell kembali
ke Afrika Selatan sebelum Perang Boer dan terlibat dalam beberapa tindakan
melawan Zulu. Dinaikkan pangkatnya pada masa Perang Boer menjadi kolonel
termuda dalam dinas ketentaraan Britania, dia bertanggung jawab untuk
organisasi pasukan perintis yang membantu tentara biasa. Ketika merencanakan
hal ini, dia terperangkap dalam pengepungan Mafeking, dan dikelilingi oleh
tentara Boer yang melebihi 8.000 orang. Walaupun berjumlah lebih kecil,
garnisun itu berhasil bertahan dalam pengepungan selama 217 hari. Sebagian besar
keberhasilan itu dikatakan sebagai hasil beberapa muslihat yang dilaksanakan
atas perintah Baden-Powell sebagai komandan garnisun. Ranjau-ranjau palsu
ditanam, dan tentaranya diperintah untuk menghindari pagar kawat olok-olok
(tidak ada) saat bergerak antara parit kubu.
Baden-Powell
melaksanakan kebanyakan kerja peninjauan secara pribadi dan membina pasukan
kanak-kanak asli untuk berjaga dan membawa pesan-pesan, kadang menembus
pertahanan lawan. Banyak dari anak-anak ini kehilangan nyawanya dalam melaksanakan
tugas. Baden-Powell amat kagum dengan keberanian mereka dan kesungguhan mereka
yang ditunjukkan ketika melaksanakan tugas. Pengepungan itu dibubarkan oleh
Pembebasan Mafeking pada 16 Mei 1900. Naik pangkat sebagai Mayor Jendral,
Baden-Powell menjadi pahlawan nasional.
Setelah mengurusi
pasukan polisi Afrika Selatan Baden-Powell kembali ke Inggris untuk bertugas
sebagai Inspektur Jendral pasukan berkuda pada tahun 1903.
Setelah kembali,
Baden-Powell mendapati buku panduan ketentaraannya "Aids to Scouting"
telah menjadi buku terlaris, dan telah digunakan oleh para guru dan organisasi
pemuda.
Kembali dari
pertemuan dengan pendiri Boys' Brigade, Sir William Alexander Smith,
Baden-Powell memutuskan untuk menulis kembali Aids to Scouting agar sesuai dengan
pembaca remaja, dan pada tahun 1907 membuat satu perkemahan di Brownsea Island
bersama dengan 22 anak lelaki yang berlatar belakang berbeda, untuk menguji
sebagian dari idenya. Buku "Scouting for Boys" kemudian diterbitkan pada
tahun 1908 dalam 6 jilid.
Kanak-kanak remaja
membentuk "Scout Troops" secara spontan dan Gerakan Pramuka berdiri
tanpa sengaja, pada mulanya pada tingkat nasional, dan kemudian pada tingkat
internasional. Gerakan Pramuka berkembang seiring dengan Boys Brigade.
Suatu pertemuan untuk
semua pramuka diadakan di Crystal Palace di London pada 1908, di mana
Baden-Powell menemukan gerakan Pandu Puteri yang pertama. Pandu Puteri kemudian
didirikan pada tahun 1910 di bawah pengawasan saudara perempuan Baden-Powell,
Agnes Baden-Powell.
Walaupun dia
sebenarnya dapat menjadi Panglima Tertinggi, Baden Powell memuutuskan untuk
berhenti dari tentara pada tahun 1910 dengan pangkat Letnan Jendral menuruti
nasihat Raja Edward VII, yang mengusulkan bahawa ia lebih baik melayani
negaranya dengan memajukan gerakan Pramuka.
Pada Januari 1912
Baden-Powell bertemu calon isterinya Olave Soames di atas kapal penumpang
(Arcadia) dalam perjalanan ke New York untuk memulai Lawatan Pramuka Dunia.
Olave berusia 23, Baden-Powell 55, dan mereka berkongsi tanggal lahir. Mereka
bertunangan pada September tahun yang sama dan menjadi sensasi pers, mungkin
karena ketenaran Baden-Powell, karena perbedaan usia seperti itu lazim pada
saat itu. Untuk menghindari gangguan pihak pers, mereka melangsungkan
pernikahan secara rahasia pada 30 Oktober 1912. Dikatakan bahwa Baden-Powell
hanya memiliki satu petualangan lain dengan wanita (pertunganannya yang gagal
dengan Juliette Magill Kinzie Gordon).
Pramuka Inggris
menyumbang satu penny masing-masing dan mereka membelikan Baden-Powel hadiah
pernikahan, yaitu sebuah mobil Rolls Royce.
Ketika pecah Perang
Dunia I pada tahun 1914, Baden-Powell menawarkan dirinya kepada Jabatan Perang.
Tiada tanggung jawab diberikan kepada beliau, sebab, seperti yang dikatakan
oleh Lord Kitchener: "Dia bisa mendapatkan beberapa divisi umum dengan
mudah tetapi dia tidak dapat mencari orang yang mampu meneruskan usaha baik Boy
Scouts." Kabar angin menyatakan Baden-Powell terkait dalam kegiatan
spionase dan dinas rahasia berusaha untuk menggalakkan mitos tersebut. Baden-Powell dianugerahi gelar Baronet pada
tahun 1922, dan bergelar Baron Baden-Powell, dari Gilwell dalam County Essex,
pada tahun 1929. Taman Gilwell adalah tempat latihan Pemimpin Pramuka
Internasional. Baden-Powell dianugerahi Order of Merit dalam sistem
penghormatan Inggris pada tahun 1937, dan dianugerahi 28 gelar lain dari
negara-negara asing.
Dalam sajak singkat yang ia tulis, ia
menjelaskan bagaimana mengucapkan namanya:
Man, Nation, Maiden
Please call it Baden.
Further, for Powell
Rhyme it with Noël.
Man, Nation, Maiden
Please call it Baden.
Further, for Powell
Rhyme it with Noël.
Dibawah usaha
gigihnya pergerakan Pramuka dunia berkembang. Pada tahun 1922 terdapat lebih
dari sejuta pramuka di 32 negara; pada tahun 1939 jumlah pramuka melebihi 3,3
juta orang.
Keluarga Baden-Powell
memiliki tiga anak – satu anak laki-laki dan dua perempuan (yang mendapat
gelar-gelar kehormatan pada 1929; anak laki-lakinya kemudian menggantikan
ayahnya pada 1941:
·
Peter, kemudian 2nd
Baron Baden-Powell (1913-1962)
·
Hon. Heather
Baden-Powell (1915-1986)
·
Hon. Betty
Baden-Powell (1917-2004) yang pada 1936 menikah dengan Gervase Charles Robert
Clay (lahir 1912 dan memiliki 3 anak laki-laki dan 1 perempuan)
Tidak lama selepas
menikah, Baden-Powell berhadapan dengan masalah kesehatan, dan mengalami
beberapa serangan penyakit. Ia menderita sakit kepala terus menerus, yang
dianggap dokternya berasal dari gangguan psikosomatis dan dirawat dengan
analisa mimpi. Sakit kepala ini berhenti setelah ia tidak lagi tidur dengan
Olave dan pindah ke kamar tidur baru di balkon rumahnya. Pada tahun 1934
prostatenya dibuang, dan pada tahun 1939 dia pindah ke sebuah rumah yang
dibangunnya di Kenya, negara yang pernah dilawatinya untuk berehat. Dia
meninggal dan dimakamkan di Kenya, di Nyeri, dekat Gunung Kenya, pada 8 Januari
1941.
Pada 1938 Royal Academy
of Sweden menganugerahkan Lord Baden-Powell dan semua gerakan Pramuka hadiah
Nobel Perdamaian untuk tahun 1939. Tapi pada 1939 Royal Academy memutuskan
untuk tidak menganugerahkan hadiah untuk tahun itu, karena pecahnya Perang
Dunia II.
Pergerakan Pramuka
dan Pandu Puteri merayakan 22 Februari sebagai hari B-P, tanggal lahir bersama
Robert dan Olave Baden-Powell, untuk memperingati dan meraikan jasa Ketua
Pramuka dan Ketua Pandu Puteri Dunia.
Rujukan
- Robert Baden-Powell "Scouting for Boys", London, 1907
- Hilary Saint George Saunders, "The Left Handshake", London, 1948
- William Hillcourt (with Olave, Lady Baden-Powell) "Baden-Powell, Two Lives Of A Hero", Putnam, 1964
- Tim Jeal "Baden-Powell, Founder of the Boy Scouts", London, 1989
